IGD 24 JAM: (0536) 3226193
Beranda Profil RS Layanan & Fasilitas Dokter Kami Jadwal Dokter Ketersediaan Kamar Berita Artikel Kesehatan Galeri

Info

Kontak Karier
Pusat Informasi & Edukasi

Berita & Artikel Kesehatan

Tips kesehatan ibu & anak, info kegiatan, indikator mutu rumah sakit, dan pengumuman resmi RSIA Yasmin.

Berita & Kegiatan Rumah Sakit

Artikel & Tips Edukasi Kesehatan

Cegah Stunting Itu Penting Artikel Edukasi
02 Oct 2023

Cegah Stunting Itu Penting

Cegah Stunting Itu Penting Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang, maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai. Kondisi ini bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil atau anak pada masa pertumbuhannya. Penyebab Stunting, sebagai berikut: Kurang gizi (malnutrisi) Pola asuh tidak efektif Terbatasnya layanan kesehatan Kurangnya akses air bersih Sanitasi buruk Gejala stunting, sebagai berikut: Tubuh anak lebih pendek dibandingkan standar tinggi badan anak seusianya Berat badan anak bisa lebih rendah untuk anak seusianya Pertumbuhan tulang terhambat Pencegahan stunting, sebagai berikut: Memenuhi asupan gizi yang cukup Memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan Memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap Tingkatkan Kebersihan Pemeriksaan Rutin Lakukan pemeriksaan rutin pada anak di fasilitas Kesehatan (tumbuh kembang,tinggi badan, berat badan) untuk pencegahan dini stunting yang dilakukan oleh Dokter atau diperiksa ke Posyandu.
Senam Hamil Untuk Bunda Artikel Edukasi
02 Oct 2023

Senam Hamil Untuk Bunda

Senam Hamil Untuk Bunda Senam hamil merupakan suatu metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil dengan tujuan mencapai persalinan cepat, mudah dan aman. Senam hamil dianggap sebagai bentuk aktivitas fisik dan olahraga yang aman untuk ibu hamil serta salah satu cara merawat diri selama kehamilan. Melalui senam hamil, ibu hamil akan diajarkan cara mengurangi kecemasan dan mengurangi rasa takut dengan cara relaksasi fisik dan mental, serta mendapatkan informasi untuk mempersiapkan tentang apa saja yang akan terjadi selama persalinan. Bukan hanya untuk menurunkan insidensi persalinan lama namun juga untuk kenyamanan ibu selama kehamilan dan menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. Tujuan senam hamil, sebagai berikut: Meredakan nyeri punggung Mencegah sembelit (konstipasi) Menurunkan risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional dan preeklamsia Menjaga berat badan agar tetapideal selama kehamilan Memperkuat jantung dan melancarkan aliran darah Melancarkan persalinan,terutama persalinan melalui vagina Melatih dan melancarkan pernapasan Melatih posisi melahirkan yang baik Meredakan stress Pencernaan lebih baik
Metode Persalinan ERACS Artikel Edukasi
23 Sep 2023

Metode Persalinan ERACS

Metode Persalinan ERACS Enhanced Recovery After Caesarean Surgery atau sering disingkat ERACS adalah teknik operasi yang dikembangkan pada persalinan Caesar. Metode persalinan ini dinilai lebih aman, nyaman dan proses pemulihannya lebih cepat. Pendekatan ERACS melibatkan tim kesehatan seperti Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Dokter Spesialis Anestesi, Dokter Spesialis Anak, beserta para Perawat. Kelebihan Metode ERACS, sebagai berikut: Waktu puasa yang lebih pendek Mencegah Mual Nyeri yang Lebih Minim Meminimalkan risiko kerusakan jaringan Berkurangnya risiko komplikasi Pemulihan lebih cepat sehingga ibu dapat beraktivitas kembali Panduan untuk Ibu hamil setelah melakukan metode SC ERACS, sebagai berikut: Menjaga kebersihan diri dan merawat luka Istirahat yang cukup Jangan mengangkat benda yang berat Gunakan baju yang nyaman Makan makanan yang bergizi
Akreditasi Artikel Edukasi
30 Aug 2023

Akreditasi

Akreditasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Yasmin Palangka Raya Tahun 2023 Pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Akreditasi Rumah Sakit, disebutkan bahwa Akreditasi adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan Rumah Sakit, setelah dilakukan penilaian bahwa Rumah Sakit telah memenuhi Standar Akreditasi. Setiap rumah sakit wajib terakreditasi dan salah satu tujuan dari akreditasi rumah sakit adalah meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit secara berkelanjutan dan melindungi keselamatan pasien Rumah Sakit. Dalam rangka hal tersebut diatas, maka Rumah Sakit Ibu dan Anak Yasmin Palangka Raya telah melaksanakan survei Akreditasi Bersama Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARSDHP), dengan surveior yaitu dr. Yohan Wenas Gunawan, M.P.H., C.M.C dan dr. I Ketut Subhawa, M. Biomed, SpB. Akreditasi dilaksanakan secara daring dan luring. Secara daring dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2023 dan secara luring pada tanggal 25-26 Agustus 2023. Survei akreditasi dilakukan dengan penuh antusias dan semangat oleh seluruh karyawan RSIA Yasmin Palangka Raya dan dapat dilakukan dengan lancar. Dengan dilakukannya survei akreditasi ini maka diharapkan mutu pelayanan rumah sakit meningkat dan sebagai sebuah dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan.
INSEMINASI: HARAPAN BAGI AYAH BUNDA YANG MENDAMBAKAN BUAH HATI Artikel Edukasi
18 Aug 2023

INSEMINASI: HARAPAN BAGI AYAH BUNDA YANG MENDAMBAKAN BUAH HATI

INSEMINASI: HARAPAN BAGI AYAH BUNDA YANG MENDAMBAKAN BUAH HATI Dr. dr. Sigit Nurfianto, Sp.OG (K)1,2,3 1Dosen Pada Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya; 2Bagian/KSM Obstetri dan Ginekologi RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya; 3Bagian Obstetri dan Ginekologi RSIA Yasmin, Palangka Raya   Menurut data dari World Health Organisasion (WHO), sekitar 50–80 juta pasangan suami istri dari seluruh dunia mempunyai masalah infertilitas [1]. Infertilitas adalah masalah reproduksi yang menyebabkan pasangan sulit mendapatkan keturunan meskipun telah intens melakukan hubungan intim selama 1 tahun tanpa alat kontrasepsi. Di Indonesia sekitar 10–15% atau 4–6 juta pasangan dari 39,8 juta Pasangan Usia Subur (PUS) yang memerlukan bantuan pengobatan infertilitas [2]. Adapun untuk pasangan yang mengalami infertilitas dapat diatasi dengan bantuan teknologi reproduksi berbantu. Bantuan tersebut antara lain menggunakan teknik Intrauterine Inseminasi (IUI), Gamete Intra Fallopian Transfer (GIFT), In Vitro Fertilisation (IVF) atau biasa disebut dengan teknik bayi tabung dan Zygote Intra Fallopian Transfer (ZIFT), sehingga pasangan infertilitas yang melakukan teknik reproduksi berbantu bisa mendapatkan keturunan [3]. Di era globalisasi sekarang ini perkembangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam kesehatan reproduksi semakin canggih. Salah satunya adalah program inseminasi buatan yang lebih mudah dijangkau baik dari segi biaya maupun pelayanannya dibanding prosedur lainnya. Bahkan prosedur ini dapat ditangani oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang bertugas di berbagai daerah jika telah dilatih. Teknologi ini menjadi solusi bagi pasangan yang telah menikah bertahun-tahun tetapi belum mendapatkan buah hati akibat adanya masalah kesuburan pada pria maupun wanita [4]. Inseminasi buatan adalah teknologi reproduksi berbantu yang bertujuan membantu sperma untuk membuahi sel telur [5]. Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari Artificial Insemination. Artificial artinya buatan atau tiruan, sedangkan insemination artinya pemasukan atau penyampaian, sehingga dapat disimpulkan sebagai prosedur penghamilan atau pembuahan buatan [6]. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inseminasi adalah teknik memasukkan sel sperma ke dalam rahim menggunakan alat bantu melalui jalan lahir agar terjadi kehamilan. Selain inseminasi buatan, kita lebih akrab dengan teknik bayi tabung untuk menolong pasangan infertilitas, tetapi biaya teknik ini masih relatif mahal [3]. Dalam proses bayi tabung, sel telur dari ibu yang sudah matang dipertemukan dengan sel sperma dari bapak dalam sebuah media sampai menghasilkan sel janin atau embrio. Proses bayi tabung ini berlangsung di laboratorium dimana pada kondisi normal pertemuan sel sperma dan sel telur terjadi di dalam rahim ibu [4]. Sejarah dan Perkembangannya Prosedur bayi tabung yang berhasil pertama kali dan lahir ke dunia adalah Louise Brown, di Manchester, Inggris, pada tanggal 25 Juli 1978 melalui usaha Robert G. Edwards dan Patrick C. Steptoe. Mulai saat itu klinik untuk bayi tabung berkembang pesat [4]. Di Indonesia teknologi reproduksi berbantu yang berhasil dengan metode bayi tabung adalah lahirnya Dimas Aldila Akmal Sudiar dari pasangan suami istri Wiwik Juwari dan Sudirman pada tanggal 2 Oktober 1988 [7]. Saat ini teknik bayi tabung sudah ada di beberapa kota besar di Indonesia namun aksesibilitas masyarakat untuk menggunakan pelayanannya masih sangat terbatas. Kondisi tersebut dijembatani dengan prosedur inseminasi buatan yang lebih mudah namun memiliki kemampuan yang relatif lebih sederhana dibanding teknik bayi tabung namun memberikan aksesibilitas yang lebih tinggi bagi masyarakat. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan berkisar antara 20–40,5%. Klinik Fertilitas yang memfasilitasi prosedur inseminasi buatan di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Prosedur ini sudah dapat dijangkau oleh pasangan suami istri yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan buah hati baik di kota besar maupun kecil. Di Provinsi Kalimantan Tengah diketahui bahwa prosedur inseminasi buatan telah dapat dilakukan di dua rumah sakit di Kota Palangka Raya dan satu Rumah Sakit di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kecanggihan metode inseminasi buatan juga bervariasi yang paling utama terletak pada prosedur pemilihan sel sperma yang dimasukan. Terdapat prosedur yang dikenal dengan istilah swim up yakni proses pemilihan sel sperma dengan memilih sel-sel yang dapat bergerak secara aktif sebagai penanda sel-sel sperma yang sehat. Prosedur pemilihan sel sperma dengan metode swim up agar diperoleh sel sperma terbaik inilah yang tersedia di kota Palangka Raya saat ini. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa prosedur ini dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu Ultrasonografi (USG) untuk menilai ukuran sel telur, pemeriksaan untuk menilai adanya sumbatan pada rahim dan jalan lahir melalui prosedur Hysterosalpingography (HSG). Juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium darah, analisis sperma, dan pemeriksaan lain yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi pasien. Inseminasi buatan cukup aman dilakukan namun tetap memiliki beberapa risiko yang relatif sangat jarang terjadi. Kondisi yang tidak diharapkan yang dapat dialami adalah infeksi tulang panggul setelah dilakukannya prosedur, sindrom hiperstimulasi ovarium yang dapat menimbulkan komplikasi dan kehamilan kembar. Selain itu prosedur inseminasi buatan dapat menimbulkan efek samping yang beragam tergantung individual dan prosedur yang dijalankan. Beberapa orang bisa mengalami keram dan pendarahan ringan, sedangkan untuk sebagian orang tidak ada efek samping yang terjadi [8]. Untuk menghindari berbagai kondisi yang tidak diharapkan tersebut maka Tim Dokter akan mempersiapkan pasien dengan seksama sebelum menjalani prosedur inseminasi buatan. Penutup Dengan demikian infertilitas adalah gangguan pada organ reproduksi yang menyebabkan pasangan suami istri sulit mendapatkan buah hati atau keturunan. Dari masalah tersebut pasangan dapat menggunakan salah satu teknik reproduksi berbantu diantaranya melakukan inseminasi buatan atau bayi tabung. Teknik reproduksi berbantu memiliki beberapa risiko yang tidak diharapkan yang dapat diantisipasi oleh Tim Medis di Kalimantan Tengah. Ayah dan bunda yang ingin mendapatkan pelayanan inseminasi buatan saat ini telah dapat mendatangi beberapa Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan tersebut.               DAFTAR PUSTAKA   [1]      E. Hododjojo, E. De Queljoe, and O. S. Tendean, “Indikasi Inseminasi Intrauterine Akibat Faktor Pria,” J. Kedokt. Komunitas Dan Trop., vol. 3, no. 3, pp. 118–127, 2015. [2]      Safitriana, “Kemandulan (Infertil): Stigma Negatif Pada Wanita Indonesia,” Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, 2022. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/12/kemandulan-infertil-stigma-negatif-pada-wanita-indonesia (accessed Jun. 22, 2023). [3]      B. Wasito and T. Hidayat, “Apa dan Bagaimana Fertilisasi Dengan Bantuan Dari Luar (IVF),” J. Kedokt. Yars., vol. 13, no. 1, pp. 1–13, 2015. [4]      M. Idris, “Bayi Tabung dalam Pandangan Islam,” J. Al-’Adl, vol. 12, no. 1, pp. 64–75, 2019. [5]      R. M. Putra, “Analisis Terhadap Hak Waris Anak yang Dilahirkan dari Perjanjian Inseminasi Buatan Melalui Sewa Rahim,” J. Off. Notarium, vol. 1, no. 3, pp. 447–456, 2021, doi: 10.20885/jon.vol1.iss3.art4. [6]      I. N. Lana, “Dampak Perkembangan Bioteknologi dalam Inseminasi Buatan (Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Perdata di Indonesia),” UIN Syarif Hidayatullah, 2010. [7]      H. Bahtiar, E.S., Ma’shum, H.S., & Permana, “Inseminasi Buatan pada Manusia Menurut Hukum Islam,” Al I’tibar  J. Pendidik. Islam, vol. 9, no. 1, pp. 21–28, 2022. [8]      N. Haris, “Inseminasi Buatan: Efek Samping, Risiko, dan Biaya,” Parents.com, 2022. https://www.parents.com/getting-pregnant/infertility/treatments/artificial-insemination-procedures-costs-and-success-rates/ (accessed Jun. 26, 2023).  
Aspek Medikolegal USG di Bidang Kebidanan dan Penyakit Kandungan Artikel Edukasi
24 Jan 2023

Aspek Medikolegal USG di Bidang Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Aspek Medikolegal USG di Bidang Kebidanan dan Penyakit Kandungan Dr. dr. Sigit Nurfianto, Sp.OG (K)1,2,3 1Dosen Pada Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya; 2Bagian/KSM Obstetri dan Ginekologi RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya; 3Bagian Obstetri dan Ginekologi RSIA Yasmin, Palangka Raya   Pendahuluan Penggunaan Ultrasonografi (USG) saat ini sedang naik daun. Hal ini disebabkan karena antusiasme tenaga kesehatan dan masyarakat yang tinggi dibarengi harga pemeriksaan yang relatif terjangkau serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan tenaga medis. Pemeriksaan USG sering kali sekedar hiburan saja seperti melihat wajah dan jenis kelamin janin, padahal manfaat USG sangat penting selain hal tersebut. Beberapa manfaat USG di bidang kebidanan dan penyakit kandungan diantaranya adalah untuk memastikan kehamilan, usia kehamilan, lokasi janin dan mengetahui pergerakan janin, serta memastikan ada tidaknya berbagai gangguan. Namun demikian, masalah hukum dalam pemanfaatan USG di bidang kebidanan dan penyakit kandungan cenderung tinggi. Menurut data yang dilaporkan oleh Sanders (1998) yang dikutip oleh Pokja USG Kolegium Obgin tahun 2015, 85% tuntutan hukum terkait penggunaan USG ada di pelayanan kesehatan terkait kebidanan dan penyakit kandungan. Berbagai bidang lainnya seperti pemeriksaan gangguan di saluran pencernaan, mata, gangguan payudara, penyakit saraf, serta lainnya hanya mengambil porsi 15% dari 427 pengamatan yang dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan USG membutuhkan suatu kemampuan atau kompetensi khusus guna menghindari berbagai masalah hukum yang potensial terjadi. Berbagai profesi kesehatan saat ini telah menggunakan USG, mulai dari Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG) hingga tenaga bidan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang diberikan oleh mereka. Seorang Dokter Sp.OG telah memiliki keterampilan yang ideal untuk melakukan USG di bidang Obstetri dan Ginekologi. Dalam proses Pendidikan Dokter Sp.OG, mereka dibekali kemampuan menggunakan USG untuk menangani berbagai kasus di bidang kebidanan dan penyakit kandungan. (Nurdahniar, 2022) Jika dibandingkan dengan berbagai profesi lainnya, proses pendidikan selain Dokter Sp.OG tidak memberikan kemampuan secara khusus dalam penggunaan USG di bidang kebidanan dan penyakit kandungan. Misalnya dalam kurikulum pendidikan dokter umum maupun pendidikan bidan, kompetensi melakukan USG di bidang kebidanan dan penyakit kandungan masih pada tahap pengenalan saja, belum benar-benar sebuah keterampilan yang layak diimplementasikan secara langsung tanpa pendidikan lanjutan. Penggunaan alat USG harus dipegang oleh tenaga medis yang sudah mendapatkan pelatihan, pendidikan tentang penggunaan USG sehingga memenuhi kriteria standar kompetensi sertifikasi di bidang USG Obgin. Sertifikasi di bidang USG Obgin meliputi tiga tingkatan yakni tingkat dasar, madya dan lanjut. Pada tingkat dasar pengesahan kompetensi difokuskan pada kemampuan melakukan screening yang menghasilkan kesimpulan perihal normal tidaknya kondisi bayi. Tingkat madya berfokus pada analisis penyebab ketidaknormalan. Adapun tingkat lanjut berfokus pada kemampuan menentukan tindakan yang harus dilakukan. (Kristanto, et al., 2018). Pelayanan USG bagi ibu Pelayanan kesehatan yang diberikan pada ibu yang membutuhkan penggunaan USG dapat sangat luas mulai dari sebelum kehamilan, saat kehamilan, sesudah kehamilan, dan berbagai kondisi terkait masalah kandungan pada ibu. Salah satu aspek yang paling sering membutuhkan USG adalah dalam memantau kondisi kehamilan. Ibu yang sedang hamil memiliki motivasi yang dapat menjadi pendorong penting agar ibu mau memeriksakan kehamilannya atau Ante Natal Care (ANC) dengan USG. Faktor yang mempengaruhi kemamuan ibu untuk memanfaatkan USG diantaranya yaitu pengetahuan terkait USG, ekonomi yang memadai, budaya kehidupan yang modern dan dukungan keluarga untuk mendorong ibu secara rutin tetap menjaga kesehatannya, kehamilannya dan mencegah terjadinya suatu komplikasi (Indrawati, 2010). USG merupakan alat bantu diagnosis yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi gelombang suara yang sangat tinggi yaitu di atas 20 KHz (20. 000 gelombang per detik). Pemeriksaan USG hanya digunakan 2 kali selama kehamilan, yaitu saat hamil muda (trimester I) dan trimester II (pada masa kehamilan 18–20 minggu), sedangkan pada trimester III biasanya dilakukan USG apabila ada indikasi yang membahayakan bayi atau ibu hamil yang ditangani oleh dokter yang ahli dan harus yang punya sertifikat menggunakan USG. (Sugiharto & Oktarina, 2011) Setiap keputusan ibu dalam memanfaatkan USG yang diberikan oleh tenaga kesehatan dapat terkait dengan prediksi risiko pertumbuhan suatu penyakit, pencegahan tindakan dan pemeliharaan kesehatan, gaya hidup dan meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan yang aktif untuk bertanggung jawab terhadap kesehatannya (Wiweko, 2020). Perawatan kesehatan bagi ibu dapat mencegah gangguan kesehatan selama proses kehamilan, saat persalinan dan paska persalinan diantaranya dengan memanfaatkan fasilitas pendukung pelayanan kesehatan seperti ultrasonografi. Moral etika dan profesionalisme Tenaga Kesehatan Etika merupakan perbuatan dan tindakan dari seseorang individu yang dianggap benar. Empat pilar utama prinsip dasar etika medis yaitu beneficence (tindakan yang diberikan harus bermanfaat lebih tinggi daripada bahaya); non maleficence (pelayanan yang diberikan tidak boleh melukai dan menciderai pasien); respect for autonomy (pasien memiliki hak untuk menentukan keputusan akhir); dan justice (pemeriksaan harus disamakan untuk semua pasien). Aspek etika USG Obgin meliputi siapa yang boleh melakukan pemeriksaan, indikasi dan cara pemeriksaan. Maka dari itu perlu memahami tentang konsep 5W+1H berikut (Kristanto, et al., 2018): What (apa itu peralatan USG, teknik atau cara pemeriksaan dan tingkat kompetensi dokter pemeriksa); Who (siapa yang berkompeten menggunakan peralatan USG, hanya dapat dilakukan oleh dokter yang mempunyai kompetensi terhadap penggunaan peralatan USG); When (kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan USG yang dilakukan atas indikasi medis dan telah mendapatkan persetujuan keputusan dari pasien); Which (yang mana jenis pelayanan yang akan dipilih); Why (mengapa USG harus dilakukan); How (bagaimana cara atau teknik pemeriksaan USG, mempertimbangkan kondisi terkait etika dan budaya serta adat istiadat yang berbeda di setiap tempat, petugas medis perlu melakukan komunikasi dengan baik, menjelaskan secara mudah tentang prosedur pemeriksaan dan kemungkinan hasil yang diharapkan serta biaya yang dibayar oleh pasien). Aspek etik tidak pernah terlepas dari konsep profesionalisme tenaga kesehatan. Profesionalisme merupakan kondisi kemampuan atau kompetensi yang meliputi pengetahuan, penguasaan, keterampilan dan sikap yang baik dalam melakukan keahlian yang secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang maksimal. Maka seorang tenaga kesehatan yang professional harus menjunjung aspek etik dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Pemanfaatan USG oleh tenaga kesehatan juga perlu memperhatikan profesionalisme penggunanya, artinya pengguna USG harus memiliki pengetahuan serta keterampilan yang memadai sesuai kompetensinya. Penutup Dengan demikian USG hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis yang sudah memiliki kompetensi untuk melakukan pemeriksaan dengan mempertahankan etika, medikolegal dan profesionalisme. Pemeriksaan dilakukan dengan menerapkan empat pilar utama prinsip dasar etika medis, karena dokter memiliki kewajiban untuk melindungi dan meningkatkan kepentingan pasien. Perlu dilakukan pemberian informasi edukasi dari penyuluhan maupun media sosial dengan sumber yang sudah divalidasi agar pemeriksaan USG sesuai dengan fungsi dan tujuannya. References Indrawati, L., 2010. Faktor - faktor yang mempengaruhi motivasi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya dengan menggunakan USG di poliklinik kandungan BPRSUD Salatiga Tahun 2008. Jurnal Kebidanan, Vol. II, No. 02(motivasi untuk USG), p. 1. Kristanto, H. et al., 2018. Buku Ajar Pelatihan Standarisasi dan Sertifikasi Kompetensi Ultrasonografi Obstetri Ginekologi Tingkat Dasar. Surakarta: UPT. Penerbitan dan Pencetakan UNS (UNS Press). Nurdahniar, I., 2022. Analisis peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2020 tentang pelayanan radiologi klinik terhadap pelayanan kesehatan USG bagi ibu hamil. Jurnal Ilmu Hukum, Volume 21, No. 1(Pelayanan Kesehatan USG bagi ibu hamil), p. 5. Sugiharto, M. & Oktarina, O., 2011. Pengembangan metode screening USG di Puskesmas Poned Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur (studi kasus HTA). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, Volume 14 No. 4(Pengembangan Metode Screening USG), p. 4. Wiweko, B., 2020. Buku Pintar Etik Kedokteran. Jakarta Pusat: MKEK Pusat IDI.
PENANGANAN DEMAM PADA ANAK Artikel Edukasi
27 Aug 2021

PENANGANAN DEMAM PADA ANAK

Demam pada anak merupakan alasan konsultasi tersering  ke dokter anak dan dokter umum, sekitar 30% dari seluruh total kunjungan. Demam merupakan reaksi normal tubuh yang bermanfaat melawan kuman. Walaupun banyak orangtua memberikan obat penurun panas, perlu ditekankan bahwa tujuan utama obat tersebut adalah membuat anak merasa nyaman, bukan mempertahankan suhu yang normal.
Butuh bantuan medis? Chat kami!