IGD 24 JAM: (0536) 3226193
Beranda Profil RS Layanan & Fasilitas Dokter Kami Jadwal Dokter Ketersediaan Kamar Berita Artikel Kesehatan Galeri

Info

Kontak Karier
Pusat Informasi & Edukasi

Berita & Artikel Kesehatan

Tips kesehatan ibu & anak, info kegiatan, indikator mutu rumah sakit, dan pengumuman resmi RSIA Yasmin.

Berita & Kegiatan Rumah Sakit

Artikel & Tips Edukasi Kesehatan

RSIA Yasmin Kota Palangka Raya telah menerima rujukan pasien peserta BPJS Kesehatan Artikel Edukasi
25 Feb 2024

RSIA Yasmin Kota Palangka Raya telah menerima rujukan pasien peserta BPJS Kesehatan

Dalam rangka HUT XIII RSIA Yasmin Palangka Raya digelar Seminar Tenaga Kesehatan "Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal" sekaligus Launching Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSIA Yasmin Palangka Raya. Launching BPJS Kesehatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Februari 2024 di Palace Ballroom Aquarius Hotel Kota Palangka Raya. BPJS Kesehatan bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Tengah umumnya dan Kota Palangka Raya sekitar khususnya, RSIA Yasmin Kota Palangka Raya telah menerima rujukan pasien peserta BPJS Kesehatan. Sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Tangani Radang Tenggorokan dengan Cepat dan Tepat Artikel Edukasi
17 Feb 2024

Tangani Radang Tenggorokan dengan Cepat dan Tepat

Tangani Radang Tenggorokan dengan Cepat dan Tepat Radang tenggorokan atau faringitis adalah kondisi ketika tenggorokan mengalami peradangan atau iritasi yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus serta ditambah dengan kondisi tubuh yang lemah. Penanganan radang tenggorokan yang cepat dan tepat harus dilakukan agar radang tenggorokan tidak menjadi semakin parah. Penyebab radang tenggorokan, antara lain: Virus Batuk Pilek Alergi seperti debu, bulu binatang dan lain-lain Merokok Faktor risiko radang tenggorokan, antara lain: Anak-anak dan orang dewasa Memiliki kebiasaan merokok atau menjadi perokok pasif Alergi terhadap debu dan bulu hewan peliharaan Menderita infeksi sinus kronis atau radang amandel Memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah Gejala radang tenggorokan, antara lain: Demam Sering bersin Sulit menelan Suara serak Kemerahan atau bengkak pada amandel Hidung tersumbat atau berair Mata gatal atau berair Sakit kepala Kelelahan Batuk Nyeri otot Pencegahan radang tenggorokan, antara lain: Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir Hindari sumber alergi yang bisa memicu radang tenggorokan Hindari kebiasaan merokok atau tempat berasap Hindari berbagi peralatan makan dengan penderita faringitis Perbanyak beristirahat untuk meningkatkan kekebalan tubuh Konsumsi minuman hangat Tidak menyentuh area wajah menggunakan tangan yang tidak bersih Membersihkan permukaan benda atau barang apa pun yang dapat menjadi media penyebaran virus dan bakteri Menutup mulut dengan tisu saat batuk atau bersin untuk mencegah penularan Menggunakan masker saat berada di luar rumah.
Lindungi Diri Dari Bahaya Influenza Artikel Edukasi
04 Feb 2024

Lindungi Diri Dari Bahaya Influenza

Lindungi Diri Dari Bahaya Influenza Influenza yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menyerang hidung, tenggorokan dan paru-paru. Kondisi ini sangat umum terjadi di musim pancaroba. Penderita flu dapat mengalami demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat dan batuk. Faktor risiko influenza, antara lain: Memiliki sistem imun yang lemah Anak-anak Lansia Ibu hamil atau ibu yang baru melahirkan Tubuh yang kurang istirahat Penyebab influenza, yaitu: Virus influenza dapat menyebar dan tertular melalui udara dalam tetesan atau percikan liur (droplet) ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, menyentuh mulut dan hidung setelah memegang benda yang terkena percikan air liur penderita, juga bisa menjadi sarana penularan virus influenza. Cara penularan influenza, antara lain: Menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus Berbagi peralatan makan maupun minum dengan orang yang sedang flu Kontak dengan hewan yang telah terkontaminasi dengan virus influenza Gejala influenza, antara lain: Hidung tersumbat Sakit tenggorokan Demam Merasa sangat lemah atau lelah Mata berair dan panas Bersin Nyeri otot Pencegahan influenza, antara lain: Mencuci tangan dengan sabun dan air Hindari menyentuh mulut, hidung, dan mata setelah beraktivitas jika belum mencuci tangan Menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk, lalu cuci tangan sesudahnya Membersihkan permukaan benda yang sering mendapatkan sentuhan, dengan cairan disinfektan Hindari berbagi dalam penggunaan benda pribadi, seperti gelas, botol minum, sendok dan lain-lain.
Waspadai dan Cegah Demam Berdarah Dengue atau DBD Artikel Edukasi
25 Jan 2024

Waspadai dan Cegah Demam Berdarah Dengue atau DBD

Waspadai dan Cegah Demam Berdarah Dengue atau DBD Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. DBD dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Musim hujan sangat mempengaruhi proses penyebaran DBD selain dari suhu dan kelembaban. Jika tidak ditangani dengan baik, maka demam berdarah bisa menyebabkan komplikasi bahkan menyebabkan kematian. Maka dari itu pentingnya mengenali tanda dan gejalanya serta mengetahui penyebab penyakit DBD, sehingga mampu mencegah dan menanggulangi dengan baik. Faktor risiko DBD, sebagai berikut: Area padat penduduk Anak-anak Lansia Memiliki daya tahan tubuh yang lemah Penyebab DBD, yaitu: Demam berdarah atau DBD disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini biasanya hidup pada genangan air yang tenang dan bersih yang ada di lingkungan sekitar. Gejala DBD, yaitu: Gejala DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi hingga 39 derajat Celcius. Kondisi ini akan bertahan selama 2-7 hari. Selain demam beberapa gejala DBD, sebagai berikut: Sakit kepala Radang tenggorokan Mual hingga muntah Nyeri di belakang mata Sakit otot dan sendi Hilang nafsu makan Muncul ruam kulit atau bercak kemerahan di kulit. Pencegahan DBD, sebagai berikut: Menguras atau membersihkan penampungan air Menutup rapat penampungan air Menguras bak mandi Pencegahan tambahan, seperti fogging atau memperbaiki parit yang tidak lancar.
Asam Lambung Atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Artikel Edukasi
21 Jan 2024

Asam Lambung Atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Asam Lambung Atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri pada ulu hati, heartburn, serta berbagai gejala lainnya pada area dada bagian bawah dan perut. Pemicunya adalah masalah pada cincin otot di antara saluran esofagus dan lambung. Cincin ini disebut sfingter esofagus bawah (lower esophageal sphincter/LES). Normalnya, LES akan membuka sehingga makanan bisa masuk ke lambung, kemudian menutup agar makanan itu tidak naik lagi. GERD terjadi ketika LES lemah atau tidak bisa menutup seperti seharusnya sehingga isi lambung kembali naik. Faktor Risiko Penyakit Asam Lambung, sebagai berikut: Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.  Sedang hamil, karena ada terlalu banyak tekanan pada perut. Sering merokok atau menghirup asap rokok. Mengalami gastroparesis, yakni kondisi melemahnya otot dinding lambung sehingga pengosongan lambung melambat. Kebiasaan mengonsumsi jenis makanan tertentu misalnya makanan pedas atau gorengan (makanan berminyak), alkohol dan minuman yang mengandung kafein sehingga dapat memicu terjadinya asam lambung. Gejala Penyakit Asam Lambung pada Anak, sebagai berikut: Muntah kecil yang sering Menangis berlebihan, tidak mau makan (pada bayi) Kesulitan pernapasan Tenggorokan serak Bau mulut Keluhan Asam Lambung, sebagai berikut: Perut terasa begah atau kepenuhan sehingga tidak nyaman Nyeri di sekitar ulu hati Perut kembung Kerap bersendawa Mulut mengeluarkan bau tidak sedap Mual hingga muntah Susah tidur Berat badan turun Feses berwarna gelap Kerap buang angin Pencegahan Penyakit Asam Lambung, sebagai berikut: Mengunyah makanan dengan perlahan Memilih makanan yang tepat Menyajikan makan dengan cara lebih sehat Tidak langsung tidur setelah makan Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol Mengelola stres dengan baik Mengurangi asupan kafein Menjaga berat badan ideal
Faktor Risiko Demam Artikel Edukasi
18 Jan 2024

Faktor Risiko Demam

Faktor Risiko Demam Demam merupakan kondisi terjadinya peningkatan suhu tubuh diatas 38 derajat Celsius. Demam dapat terjadi pada siapa pun, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Demam umumnya terjadi sebagai reaksi dari sistem imun dalam melawan infeksi kuman penyebab penyakit. Demam merupakan gejala dari kondisi atau penyakit tertentu. Biasanya, demam akan disertai gejala lain dari kondisi yang mendasarinya. Gejala dan Penyebab Demam Demam ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh hingga lebih dari 380C. Normalnya, suhu tubuh berkisar antara 36,10C sampai 37,20C. Beberapa gejala penyerta tersebut adalah: Sakit kepala Berkeringat Menggigil Lemas Nyeri otot Hilang nafsu makan Dehidrasi Batuk Faktor Risiko Demam Beberapa faktor risiko dari demam, antara lain: Kontak dengan orang yang sedang sakit. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi kuman. Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pencegahan Demam Sering mencuci tangan dengan baik dan benar. Bawalah pembersih tangan atau tisu antibakteri. Hindari menyentuh hidung, mulut, atau mata. Sebab, virus dan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Tutup mulut saat batuk dan hidung saat bersin.  Hindari berbagi cangkir, gelas, dan peralatan makan dengan orang lain. Mengenakan masker jika sedang keluar rumah, agar terhindar dari penularan virus yang dapat tersebar melalui droplet air liur. Istrirahat yang cukup.
Tanda Gejala ISPA Artikel Edukasi
15 Jan 2024

Tanda Gejala ISPA

Tanda Gejala ISPA Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik saluran atas maupun bawah.  Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa organ pernapasan seperti sinus, faring, laring hingga hidung.    ISPA salah satu penyakit menular dan rentan mengenai anak-anak, dimana imunitas mereka memang masih dalam perkembangan. Selain itu, kondisi ini juga banyak terjadi pada lansia, yang biasanya telah mengalami penurunan kekebalan tubuh. Beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA, antara lain: Orang yang memiliki sistem kekebalan lemah Bayi yang berada di tempat ramai Pengidap penyakit paru obstruktif kronik, asma dan gagal jantung Anak yang dari lahir memiliki riwayat penyakit jantung bawaan atau paru-paru Beberapa gejala umum yang biasanya dirasakan oleh pengidap ISPA, antara lain: Batuk Demam Nyeri kepala Hidung tersumbat Nyeri tenggorokan atau nyeri telan Timbul gejala sinusitis (hidung beringus, demam dan wajah terasa nyeri) Kekurangan oksigen Kesulitan untuk bernapas Komplikasi ISPA Jika infeksi terjadi di paru-paru dan tidak ditangani dengan baik, penderita dapat mengalami komplikasi serius yang dapat berakibat fatal, antara lain: Gagal nafas, akibat paru-paru berhenti berfungsi Peningkatan kadar karbondioksida dalam darah Gagal Jantung Penumpukan nanah di rongga selaput paru (empiema) Kumpulan nanah (abses) pada paru-paru Kerusakan kantong udara paru-paru (emfisema) Bronkitis kronis Pencegahan ISPA Pencegahan utama ISPA adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain: Cuci tangan secara teratur Hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata. Gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk, agar penyakit tidak menyebar ke orang lain. Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, terutama vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara rutin. Lakukan olahraga secara rutin. Hentikan kebiasaan merokok Dapatkan vaksinasi.
Selamatkan Keluarga Dari Tuberkulosis Paru Artikel Edukasi
04 Dec 2023

Selamatkan Keluarga Dari Tuberkulosis Paru

Selamatkan Keluarga Dari Tuberkulosis Paru Tuberkulosis paru adalah penyakit menahun atau kronis (berlangsung lama). Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman dari kelompok Mycobacterium yaitu Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularan penyakit Tuberkulosis adalah pada waktu penderita batuk atau bersin. Penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Cara mencegah penyakitt Tuberkulosis Paru bisa dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan yang bergizi serta berolahraga secara rutin, karena jika daya tahan tubuh kuat maka akan sulit masuknya virus ke dalam paru-paru. Tanda dan gejala tuberkulosis adalah: Demam Malaise Anoreksia Penurunan berat badan Anemia Batuk yang berminggu-minggu sampai berbulan-bulan Beberapa risiko yang dapat menyebabkan penyakit Tuberkulosis Paru adalah sebagai berikut: Kebiasaan merokok Merokok mempunyai hubungan dengan meningkatkan risiko untuk terjadinya kanker paru-paru. Faktor sosial ekonomi Faktor sosial ekonomi berkaitan dengan kepadatan hunian, kondisi rumah, lingkungan perumahan serta lingkungan dan sanitasi yang buruk. Status gizi Seseorang dengan gizi yang buruk dapat mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga rentan akan berbagai penyakit. Kondisi Rumah Lantai dan dinding yang tidak dibersihkan akan jadi media yang baik bagi berkembangbiaknya kuman Mycobacterium Tuberculosis. Pendidikan Semakin tinggi tingkat pendidikan maka akan semakin meningkatkan akses seseorang terhadap berbagai informasi yang tersedia. Sehingga dengan pengetahuan yang baik maka seseorang akan berperilaku hidup bersih dan sehat. Pekerjaan Jika seseorang bekerja di lingkungan yang terpapar dengan debu, maka akan mempengaruhi terjadinya gangguan pada sistem pernapasan dan menimbulkan berbagai penyakit. Kepadatan hunian kamar tidur Luas lantai bangunan rumah harus cukup untuk penghuni serta fasilitas didalamnya. Pencahayaan Pencahayaan yang cukup dari jendela. Ventilasi Kurangya ventilasi akan menyebabkan kurangnya okgisen serta kelembapan dalam rumah akan meningkat. Hal tersebut akan menjadi media untuk pertumbuhan bakteri-bakteri patogen seperti kuman Tuberkulosis Paru. Pencegahan secara umum penularan penyakit Tuberkulosis Paru, sebagai berikut: Imunisasi BCG dengan tepat waktu Mencuci tangan setelah selesai batuk dan bersin Menutup mulut sewaktu batuk dan bersin Membuang dahak tidak di sembarang tempat Menjaga kebersihan lingkungan rumah Pemeriksaan sedini mungkin di Fasilitas Kesehatan.
Mengenal Tentang Laboratorium Artikel Edukasi
04 Dec 2023

Mengenal Tentang Laboratorium

Mengenal Tentang Laboratorium Laboratorium adalah sebuah instalasi berupa layanan penunjang yang membantu diagnosis sehingga para Dokter bisa menanganinya dengan cepat dan akurat, menentukan risiko terhadap suatu penyakit dengan harapan suatu penyakit dapat terdeteksi secara dini, serta menentukan prognosis/perjalanan penyakit sehingga dapat digunakan sebagai pemantau perkembangan dan keberhasilan pengobatan suatu penyakit. Laboratorium kesehatan merupakan sarana yang melaksanakan pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan yang bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Bahkan untuk mengetahui kondisi atau status kesehatan seseorang maka perlu dilakukan ‘General Medical Check Up’ di Laboratorium minimal 1 tahun sekali. Oleh karena itu Laboratorium memiliki kedudukan yang penting dalam Rumah Sakit. Laboratorium sebagai penyedia produk layanan jasa kesehatan yang pelayanannya dilakukan secara profesional dan bermutu sesuai dengan kebutuhan pasien. Laboratorium memberikan pelayanan pemeriksaan seperti urine, darah, feses, analisa sperma dan lain-lain. Laboratorium Rumah Sakit Ibu dan Anak Yasmin Palangka Raya beroperasi selama 24 jam nonstop dan dilengkapi dengan peralatan Laboratorium yang canggih.
Butuh bantuan medis? Chat kami!