IGD 24 JAM: (0536) 3226193
Beranda Profil RS Layanan & Fasilitas Dokter Kami Jadwal Dokter Ketersediaan Kamar Berita Artikel Kesehatan Galeri

Info

Kontak Karier
Pusat Informasi & Edukasi

Berita & Artikel Kesehatan

Tips kesehatan ibu & anak, info kegiatan, indikator mutu rumah sakit, dan pengumuman resmi RSIA Yasmin.

Berita & Kegiatan Rumah Sakit

Artikel & Tips Edukasi Kesehatan

Dirgahayu Republik Indonesia Artikel Edukasi
17 Aug 2025

Dirgahayu Republik Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 2025, Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Momentum ini adalah refleksi atas perjalanan panjang bangsa: dari semangat proklamasi hingga transformasi di era digital dan globalisasi. Di usia ke-80, mari terus mengisi kemerdekaan dengan prestasi nyata, solidaritas, dan kreativitas. Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!
Selamat dan Sukses Artikel Edukasi
01 Aug 2025

Selamat dan Sukses

Keluarga Besar RSIA Yasmin Palangka Raya Mengucapkan Selamat dan Sukses dr. Priska Refani (Kepala Bidang Pelayanan Medis, Keperawatan dan Penunjang Medis). Atas keberhasilannya Lolos Seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi di Universitas Padjadjaran.
Kanker Paru-Paru Sedunia Artikel Edukasi
01 Aug 2025

Kanker Paru-Paru Sedunia

Hari ini kita memperingati pentingnya kesadaran akan kanker paru-paru, penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Kenali gejalanya. Hindari faktor risikonya. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa. Mari bersama ciptakan lingkungan hidup yang sehat dan bebas asap rokok.
Selamat Hari ASI Sedunia 2025 Artikel Edukasi
01 Aug 2025

Selamat Hari ASI Sedunia 2025

ASI adalah hadiah terbaik dari ibu untuk masa depan anak yang lebih sehat, cerdas, dan kuat. Mari dukung pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan lanjutkan hingga usia 2 tahun atau lebih. Bersama kita wujudkan generasi emas melalui dukungan nyata untuk para ibu menyusui.
Monitoring Kesiapan Pelayanan KRIS dan RS Online Artikel Edukasi
30 Jul 2025

Monitoring Kesiapan Pelayanan KRIS dan RS Online

Pada hari Rabu, 30 Juli 2025, RSIA Yasmin Palangka Raya bersama dan dipandu langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melaksanakan kegiatan monitoring kesiapan pelayanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan RS Online. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Transformasi Sistem Kesehatan di Indonesia, khususnya pada pilar layanan yang berkeadilan dan terintegrasi. Monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas, standar layanan, serta sistem informasi yang dimiliki rumah sakit telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya pendampingan dari Dinas Kesehatan, RSIA Yasmin terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan, menjamin kenyamanan pasien, dan memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang lebih transparan dan efisien ke depannya.
UGD RSIA Yasmin Artikel Edukasi
28 Jul 2025

UGD RSIA Yasmin

Kondisi darurat bisa terjadi kapan saja, siang maupun malam. Oleh karena itu, UGD kami buka 24 jam setiap hari, termasuk hari libur dan akhir pekan, untuk memberikan penanganan cepat dan tepat bagi pasien dengan kondisi yang membutuhkan pertolongan segera. Dengan tenaga medis profesional, peralatan medis yang lengkap, dan sistem pelayanan yang sigap, kami hadir untuk menangani berbagai keadaan darurat seperti kecelakaan, serangan jantung, sesak napas, demam tinggi pada anak, luka berat, hingga kondisi gawat lainnya. Lokasi: RSIA Yasmin Hubungi Kami: WhatsApp: 0816280007 Telepon: 05363226193 Karena dalam situasi darurat, setiap detik sangat berarti. Jangan ragu, segera datang ke UGD kami jika Anda atau orang terdekat membutuhkan pertolongan medis secepatnya.
Tifus atau typhoid Artikel Edukasi
10 Jul 2025

Tifus atau typhoid

Tifus atau typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Infeksi bakteri tersebut dapat menimbulkan berbagai macam keluhan, mulai dari demam, sakit perut, pusing, diare, nyeri otot dan lain sebagainya. Tifus adalah masalah kesehatan yang perlu ditangani sebaik mungkin. Penyakit demam tifoid yang tidak ditangani dengan tepat akan berbahaya dan bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius, seperti peradangan saluran pencernaan, pneumonia atau paru-paru basah, hingga penurunan kesadaran. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penyebab sakit tifus adalah infeksi bakteri Salmonella Typhi yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tifus pada seseorang, antara lain: Anak-anak berusia di bawah 10 tahun Memiliki daya tahan tubuh yang lemah Hidup di lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya Tidak mencuci tangan sebelum makan Menggunakan toilet umum yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Menggunakan alat makan bersama-sama dengan penderita tifus Bepergian ke Negara dengan akses air bersih yang terbatas. Masa inkubasi bakteri Salmonella Typhi yang menjadi penyebab utama penyakit tifus berlangsung sekitar 3–60 hari. Setelah masa inkubasi selesai, barulah gejala tifus mulai muncul dan dirasakan oleh penderita seiring dengan berkembangnya infeksi. Di samping itu, beberapa orang terkadang sulit untuk membedakan penyakit tifus dengan DBD karena memiliki gejala yang serupa. Maka dari itu, Anda perlu mengenal gejala tifus lebih lanjut agar dapat membedakannya dengan penyakit DBD. Adapun beberapa gejala tifus yang perlu diketahui di antaranya: Demam dalam kurun waktu lama dan suhu tubuh meningkat secara bertahap dan perlahan Mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit, diare atau sakit perut Nyeri sendi dan otot Hilangnya nafsu makan Mual dan muntah Pusing atau sakit kepala Tubuh terasa sangat lemas. Beberapa kondisi dan kebiaaan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi tipes, antara lain: Sanitasi tidak memadai Tidak mencuci tangan sebelum makan atau tidak mencuci bahan makanan dengan benar Mengonsumsi sayuran yang di tanam menggunakan pupuk dari kotoran manusia yang terinfeksi Mengonsumsi produk susu yang terkontaminasi bakteri Menggunakan toilet yang tidak bersih atau sudah terpapar bakteri Salmonella Typhi Berhubungan seksual secara oral dengan individu yang membawa atau terinfeksi bakteri Salmonella Typhi Komsusmsi alkohol secara berlebihan atau penyalahgunaan narkoba yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Bepergerian atau tinggal di wilayah dengan angka penyebaran tipes yang tinggi Kurangnya asupan gizi. Berikut langkah-langkah untuk pencegahannya antara lain: Selalu menjaga kebersihan, seperti mandi dan mengganti pakaian secara teratur Menjaga jarak aman dari hewan liar yang membawa penyakit tersebut seperti tikus, tupai terbang dan opossum Untuk perlindungan jenis murine, semprotkan produk pengontrol kutu pada hewan peliharaan berbulu dan di halaman Jangan bepergian ke tempat di mana wabah ini terjadi.
WASPADAI PNEUMONIA! Artikel Edukasi
25 Jun 2025

WASPADAI PNEUMONIA!

Pneumonia merupakan penyakit yang menyebabkan 14% dari seluruh kematian pada anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Berdasarkan data profil kesehatan tahun 2021 dinyatakan bahwa proporsi kematian bayi (29 hati – 11 bulan) di Indonesia adalah sebanyak 14,0% serta kelainan kognital sebanyak 10,6%. Selain itu penyebab utama mortalitas tertinggi padaa kelompok anak balita usia 12-59 bulan di Indonesia adalah penyakit diare (10,3%) dan pnuemonia (9,4%) (Kemenkes, 2022). Berdasarkan pernyataan WHO (2022), Pneumonia disebabkan oleh beberapa agen infeksi, termasuk virus, bakteri dan jamur yang paling umum antara lain adalah: 1. Streptococcus pneumoniae adalah jenis yang paling mum dari pnumonia bakteri dapat meyerang anak-anak. 2. Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah penyebab umum kedua dari pneumonia bakteri. 3. Respiratory syncytial virus adalah salah satu penyebab pneumonia yang paling umum, dan jenis ini merupakan seperempat dari semua kematian yang di akibatkan oleh pneumonia pada bayi yang terinfeksi HIV. Pneumonia dapat memiliki gejala ringan hingga berat bahkan dapat merenggut nyawa si penderita. Berikut ini adalah berbagai macam gejala yang dapat timbul antara lain (Castiello and Normandin, 2021): 1. Batuk didertai dahak (lendir) 2. Demam 3. Berkeringat atau kedinginan 4. Timbul sesak baik saat melakukan aktivitas ataupun pada saat istirahat 5. Nyeri dada yang semakin parah ketika bernapas atau batuk 6. Tidak nafsu makan 7. Mual atau muntah 8. Sakit kepala  Gejala lain dapat timbul sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan, antara lain: 1. Pada bayi mungkin hampir tidak bergejala, namun terkadang mengalami muntah, terlihat lesu atau sulit untuk makan dan minum. 2. Pada anak usia dibawah 5 tahun, gejala yang timbul seperti demam yang tinggi, terlihat lelah, kurang nafsu makan, batuk secara terus menerus, dan sesak napas, serta napas si anak akan menjadi lebih cepat. 3. Pada orang dewasa, gejala yang dirasakan biasanya jauh lebih ringan, suhu tubuh yang rendah (dibawah normal). Berikut beberapa faktor risiko pneumonia adalah sebagai berikut (WHO, 2022): 1. Daya tahan tubuh anak bisa melemah akibat dari kurang gizi, terutama pada bayi yang tidak diberi ASI eksklusif. 2. Kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti gejala infeksi HIV dan campak juga meningkatkan risiko pneumonia pada anak. 3. Faktor lingkungan juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko si anak terhadap pneumonia: a. Penggunaan bahan bakar seperti kayu atau arang pada saat memasak dapat menyebabkan polusi udara didalam ruangan. b. Bertempat tinggal di pemukiman yang padat. c. Orang tua atau keluarga yang perokok.   Berikut ini adalah kelompok berisiko tinggi mengalami pneumonia antara lain: 1. Bayi dan anak (0-2 tahun) 2. Lansia (>65 tahun) 3. Orang yang merokok 4. Orang yang system kekebalannya lemah
Butuh bantuan medis? Chat kami!