Tifus atau typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Infeksi bakteri tersebut dapat menimbulkan berbagai macam keluhan, mulai dari demam, sakit perut, pusing, diare, nyeri otot dan lain sebagainya.
Tifus adalah masalah kesehatan yang perlu ditangani sebaik mungkin. Penyakit demam tifoid yang tidak ditangani dengan tepat akan berbahaya dan bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius, seperti peradangan saluran pencernaan, pneumonia atau paru-paru basah, hingga penurunan kesadaran.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penyebab sakit tifus adalah infeksi bakteri Salmonella Typhi yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tifus pada seseorang, antara lain:
- Anak-anak berusia di bawah 10 tahun
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
- Hidup di lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya
- Tidak mencuci tangan sebelum makan
- Menggunakan toilet umum yang sudah terkontaminasi oleh bakteri
- Menggunakan alat makan bersama-sama dengan penderita tifus
- Bepergian ke Negara dengan akses air bersih yang terbatas.
Masa inkubasi bakteri Salmonella Typhi yang menjadi penyebab utama penyakit tifus berlangsung sekitar 3–60 hari. Setelah masa inkubasi selesai, barulah gejala tifus mulai muncul dan dirasakan oleh penderita seiring dengan berkembangnya infeksi. Di samping itu, beberapa orang terkadang sulit untuk membedakan penyakit tifus dengan DBD karena memiliki gejala yang serupa. Maka dari itu, Anda perlu mengenal gejala tifus lebih lanjut agar dapat membedakannya dengan penyakit DBD. Adapun beberapa gejala tifus yang perlu diketahui di antaranya:
- Demam dalam kurun waktu lama dan suhu tubuh meningkat secara bertahap dan perlahan
- Mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit, diare atau sakit perut
- Nyeri sendi dan otot
- Hilangnya nafsu makan
- Mual dan muntah
- Pusing atau sakit kepala
- Tubuh terasa sangat lemas.
Beberapa kondisi dan kebiaaan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi tipes, antara lain:
- Sanitasi tidak memadai
- Tidak mencuci tangan sebelum makan atau tidak mencuci bahan makanan dengan benar
- Mengonsumsi sayuran yang di tanam menggunakan pupuk dari kotoran manusia yang terinfeksi
- Mengonsumsi produk susu yang terkontaminasi bakteri
- Menggunakan toilet yang tidak bersih atau sudah terpapar bakteri Salmonella Typhi
- Berhubungan seksual secara oral dengan individu yang membawa atau terinfeksi bakteri Salmonella Typhi
- Komsusmsi alkohol secara berlebihan atau penyalahgunaan narkoba yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh
- Bepergerian atau tinggal di wilayah dengan angka penyebaran tipes yang tinggi
- Kurangnya asupan gizi.
Berikut langkah-langkah untuk pencegahannya antara lain:
- Selalu menjaga kebersihan, seperti mandi dan mengganti pakaian secara teratur
- Menjaga jarak aman dari hewan liar yang membawa penyakit tersebut seperti tikus, tupai terbang dan opossum
- Untuk perlindungan jenis murine, semprotkan produk pengontrol kutu pada hewan peliharaan berbulu dan di halaman
- Jangan bepergian ke tempat di mana wabah ini terjadi.