IGD 24 JAM: (0536) 3226193
Beranda Profil RS Layanan & Fasilitas Dokter Kami Jadwal Dokter Ketersediaan Kamar Berita Artikel Kesehatan Galeri

Info

Kontak Karier
Kembali ke Artikel Edukasi
Edukasi Kesehatan • 18 August 2023, 11:30

INSEMINASI: HARAPAN BAGI AYAH BUNDA YANG MENDAMBAKAN BUAH HATI

INSEMINASI: HARAPAN BAGI AYAH BUNDA YANG MENDAMBAKAN BUAH HATI

INSEMINASI: HARAPAN BAGI AYAH BUNDA YANG MENDAMBAKAN BUAH HATI

Dr. dr. Sigit Nurfianto, Sp.OG (K)1,2,3

1Dosen Pada Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya; 2Bagian/KSM Obstetri dan Ginekologi RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya; 3Bagian Obstetri dan Ginekologi RSIA Yasmin, Palangka Raya

 

Menurut data dari World Health Organisasion (WHO), sekitar 50–80 juta pasangan suami istri dari seluruh dunia mempunyai masalah infertilitas [1]. Infertilitas adalah masalah reproduksi yang menyebabkan pasangan sulit mendapatkan keturunan meskipun telah intens melakukan hubungan intim selama 1 tahun tanpa alat kontrasepsi. Di Indonesia sekitar 10–15% atau 4–6 juta pasangan dari 39,8 juta Pasangan Usia Subur (PUS) yang memerlukan bantuan pengobatan infertilitas [2]. Adapun untuk pasangan yang mengalami infertilitas dapat diatasi dengan bantuan teknologi reproduksi berbantu. Bantuan tersebut antara lain menggunakan teknik Intrauterine Inseminasi (IUI), Gamete Intra Fallopian Transfer (GIFT), In Vitro Fertilisation (IVF) atau biasa disebut dengan teknik bayi tabung dan Zygote Intra Fallopian Transfer (ZIFT), sehingga pasangan infertilitas yang melakukan teknik reproduksi berbantu bisa mendapatkan keturunan [3].

Di era globalisasi sekarang ini perkembangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam kesehatan reproduksi semakin canggih. Salah satunya adalah program inseminasi buatan yang lebih mudah dijangkau baik dari segi biaya maupun pelayanannya dibanding prosedur lainnya. Bahkan prosedur ini dapat ditangani oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang bertugas di berbagai daerah jika telah dilatih. Teknologi ini menjadi solusi bagi pasangan yang telah menikah bertahun-tahun tetapi belum mendapatkan buah hati akibat adanya masalah kesuburan pada pria maupun wanita [4].

Inseminasi buatan adalah teknologi reproduksi berbantu yang bertujuan membantu sperma untuk membuahi sel telur [5]. Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari Artificial Insemination. Artificial artinya buatan atau tiruan, sedangkan insemination artinya pemasukan atau penyampaian, sehingga dapat disimpulkan sebagai prosedur penghamilan atau pembuahan buatan [6]. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inseminasi adalah teknik memasukkan sel sperma ke dalam rahim menggunakan alat bantu melalui jalan lahir agar terjadi kehamilan.

Selain inseminasi buatan, kita lebih akrab dengan teknik bayi tabung untuk menolong pasangan infertilitas, tetapi biaya teknik ini masih relatif mahal [3]. Dalam proses bayi tabung, sel telur dari ibu yang sudah matang dipertemukan dengan sel sperma dari bapak dalam sebuah media sampai menghasilkan sel janin atau embrio. Proses bayi tabung ini berlangsung di laboratorium dimana pada kondisi normal pertemuan sel sperma dan sel telur terjadi di dalam rahim ibu [4].

Sejarah dan Perkembangannya

Prosedur bayi tabung yang berhasil pertama kali dan lahir ke dunia adalah Louise Brown, di Manchester, Inggris, pada tanggal 25 Juli 1978 melalui usaha Robert G. Edwards dan Patrick C. Steptoe. Mulai saat itu klinik untuk bayi tabung berkembang pesat [4]. Di Indonesia teknologi reproduksi berbantu yang berhasil dengan metode bayi tabung adalah lahirnya Dimas Aldila Akmal Sudiar dari pasangan suami istri Wiwik Juwari dan Sudirman pada tanggal 2 Oktober 1988 [7]. Saat ini teknik bayi tabung sudah ada di beberapa kota besar di Indonesia namun aksesibilitas masyarakat untuk menggunakan pelayanannya masih sangat terbatas. Kondisi tersebut dijembatani dengan prosedur inseminasi buatan yang lebih mudah namun memiliki kemampuan yang relatif lebih sederhana dibanding teknik bayi tabung namun memberikan aksesibilitas yang lebih tinggi bagi masyarakat. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan berkisar antara 20–40,5%.

Klinik Fertilitas yang memfasilitasi prosedur inseminasi buatan di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Prosedur ini sudah dapat dijangkau oleh pasangan suami istri yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan buah hati baik di kota besar maupun kecil. Di Provinsi Kalimantan Tengah diketahui bahwa prosedur inseminasi buatan telah dapat dilakukan di dua rumah sakit di Kota Palangka Raya dan satu Rumah Sakit di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kecanggihan metode inseminasi buatan juga bervariasi yang paling utama terletak pada prosedur pemilihan sel sperma yang dimasukan. Terdapat prosedur yang dikenal dengan istilah swim up yakni proses pemilihan sel sperma dengan memilih sel-sel yang dapat bergerak secara aktif sebagai penanda sel-sel sperma yang sehat. Prosedur pemilihan sel sperma dengan metode swim up agar diperoleh sel sperma terbaik inilah yang tersedia di kota Palangka Raya saat ini.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa prosedur ini dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu Ultrasonografi (USG) untuk menilai ukuran sel telur, pemeriksaan untuk menilai adanya sumbatan pada rahim dan jalan lahir melalui prosedur Hysterosalpingography (HSG). Juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium darah, analisis sperma, dan pemeriksaan lain yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi pasien.

Inseminasi buatan cukup aman dilakukan namun tetap memiliki beberapa risiko yang relatif sangat jarang terjadi. Kondisi yang tidak diharapkan yang dapat dialami adalah infeksi tulang panggul setelah dilakukannya prosedur, sindrom hiperstimulasi ovarium yang dapat menimbulkan komplikasi dan kehamilan kembar. Selain itu prosedur inseminasi buatan dapat menimbulkan efek samping yang beragam tergantung individual dan prosedur yang dijalankan. Beberapa orang bisa mengalami keram dan pendarahan ringan, sedangkan untuk sebagian orang tidak ada efek samping yang terjadi [8]. Untuk menghindari berbagai kondisi yang tidak diharapkan tersebut maka Tim Dokter akan mempersiapkan pasien dengan seksama sebelum menjalani prosedur inseminasi buatan.

Penutup

Dengan demikian infertilitas adalah gangguan pada organ reproduksi yang menyebabkan pasangan suami istri sulit mendapatkan buah hati atau keturunan. Dari masalah tersebut pasangan dapat menggunakan salah satu teknik reproduksi berbantu diantaranya melakukan inseminasi buatan atau bayi tabung. Teknik reproduksi berbantu memiliki beberapa risiko yang tidak diharapkan yang dapat diantisipasi oleh Tim Medis di Kalimantan Tengah. Ayah dan bunda yang ingin mendapatkan pelayanan inseminasi buatan saat ini telah dapat mendatangi beberapa Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

[1]      E. Hododjojo, E. De Queljoe, and O. S. Tendean, “Indikasi Inseminasi Intrauterine Akibat Faktor Pria,” J. Kedokt. Komunitas Dan Trop., vol. 3, no. 3, pp. 118–127, 2015.

[2]      Safitriana, “Kemandulan (Infertil): Stigma Negatif Pada Wanita Indonesia,” Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, 2022. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/12/kemandulan-infertil-stigma-negatif-pada-wanita-indonesia (accessed Jun. 22, 2023).

[3]      B. Wasito and T. Hidayat, “Apa dan Bagaimana Fertilisasi Dengan Bantuan Dari Luar (IVF),” J. Kedokt. Yars., vol. 13, no. 1, pp. 1–13, 2015.

[4]      M. Idris, “Bayi Tabung dalam Pandangan Islam,” J. Al-’Adl, vol. 12, no. 1, pp. 64–75, 2019.

[5]      R. M. Putra, “Analisis Terhadap Hak Waris Anak yang Dilahirkan dari Perjanjian Inseminasi Buatan Melalui Sewa Rahim,” J. Off. Notarium, vol. 1, no. 3, pp. 447–456, 2021, doi: 10.20885/jon.vol1.iss3.art4.

[6]      I. N. Lana, “Dampak Perkembangan Bioteknologi dalam Inseminasi Buatan (Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Perdata di Indonesia),” UIN Syarif Hidayatullah, 2010.

[7]      H. Bahtiar, E.S., Ma’shum, H.S., & Permana, “Inseminasi Buatan pada Manusia Menurut Hukum Islam,” Al I’tibar  J. Pendidik. Islam, vol. 9, no. 1, pp. 21–28, 2022.

[8]      N. Haris, “Inseminasi Buatan: Efek Samping, Risiko, dan Biaya,” Parents.com, 2022. https://www.parents.com/getting-pregnant/infertility/treatments/artificial-insemination-procedures-costs-and-success-rates/ (accessed Jun. 26, 2023).

 

Butuh bantuan medis? Chat kami!