IGD 24 JAM: (0536) 3226193
Beranda Profil RS Layanan & Fasilitas Dokter Kami Jadwal Dokter Ketersediaan Kamar Berita Artikel Kesehatan Galeri

Info

Kontak Karier
Pusat Informasi & Edukasi

Berita & Artikel Kesehatan

Tips kesehatan ibu & anak, info kegiatan, indikator mutu rumah sakit, dan pengumuman resmi RSIA Yasmin.

Berita & Kegiatan Rumah Sakit

Artikel & Tips Edukasi Kesehatan

Cegah Penyakit Polio Dengan Vaksinasi Artikel Edukasi
04 Dec 2023

Cegah Penyakit Polio Dengan Vaksinasi

Cegah Penyakit Polio Dengan Vaksinasi Poliomyelitis atau lebih dikenal dengan sebutan polio adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem saraf dalam tubuh, penyakit yang dapat menimbulkan kelumpuhan permanen pada penderitanya. Penyakit Polio disebabkan oleh virus Polio, virus tersebut masuk melalui rongga mulut atau hidung. Penyebaran virus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tinja penderita Polio, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus tersebut. Gejala Polio ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Polio Paralisis dan Non Paralisis. Polio Non Paralisis tidak mengakibatkan kelumpuhan, adapun gejala Polio Non-Paralisis, sebagai berikut: Mual dan muntah Demam Radang tenggorokan Pusing atau sakit kepala Lemas Kaku di Leher dan punggung Jenis Polio Paralisis dapat menyebabkan kelumpuhan, gejala Polio Paralis, sebagai berikut: Nyeri otot Otot terasa tegang Lengan dan tungkai terasa sangat lemas Kehilangan refleks tubuh Polio Paralisis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain: Cacat Kelainan bentuk tungkai dan pinggul Kelumpuhan, baik sementara maupun permanen Kesulitan bernapas akibat kelumpuhan otot saluran pernapasan Kematian Faktor risiko Polio, antara lain: Anak yang tidak di vaksinasi Orang yang tinggal di daerah terpencil dengan sulitnya akses air mengalir yang bersih Ibu Hamil dengan Positif HIV Bepergian ke daerah yang baru saja terjadi wabah Polio. Pencegahan Penyakit Polio yaitu dengan vaksinasi Polio, sehingga tubuh dapat menciptakan sistem kekebalan tubuh yang mampu melawan virus tersebut. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, selalu melakukan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan setelah menggunakan toilet, serta menghindari makanan atau minuman yang mungkin terkontaminasi atau dalam keadaan yang sudah tidak baik.
Mengenal Jenis-Jenis Alergi Artikel Edukasi
01 Nov 2023

Mengenal Jenis-Jenis Alergi

Mengenal Jenis-Jenis Alergi Alergi makanan adalah bagian dari reaksi hipersensitivitas, yakni hiperesponsivitas imunologik terhadap antigen spesifik, dapat berasal dari makanan atau mikroorganisme patogen. Alergi makanan merupakan reaksi sistem imun yang terjadi setelah paparan terhadap makanan tertentu. Alergi umum terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Reaksi alergi pada anak yang muncul bisa bermacam-macam, mulai dari reaksi ringan hingga reaksi berat yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, orang tua perlu melakukan upaya pencegahan dengan menghindarkan anak dari pemicu alergi. Jenis alergi yang banyak terjadi, yaitu: Alergi terhadap obat-obatan Alergi terhadap makanan Alergi terhadap serangga Alergi terhadap lateks Alergi terhadap jamur Alergi terhadap hewan peliharaan Alergi terhadap serbuk sari. Beberapa yang dapat menyebabkan alergi, antara lain: Gigitan atau sengatan serangga, misalnya sengatan lebah. Makanan, seperti kerang, kacang kacangan, makanan laut, atau susu. Partikel di udara, misalnya bulu hewan, tungau debu, atau serbuk sari. Obat-obatan. Zat yang bersentuhan dengan kulit secara langsung, seperti bahan kimia pada parfum, sabun, sampo, atau bahan lateks. Gejala alergi yang sering muncul, antara lain : Bersin-bersin, hidung gatal, berair dan tersumbat. Kulit memerah dan gatal. Kulit kering dan pecah-pecah. Mata memerah, gatal dan berair. Pembengkakan di bibir, lidah dan kelopak mata. Sakit perut, muntah dan diare. Batuk dan sesak napas. Beberapa cara berikut ini dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah alergi, yaitu: Mengoleskan lotion anti serangga saat bepergian. Menghindari penggunaan parfum yang bisa menarik perhatian serangga. Menggunakan masker saat keluar rumah. Membersihkan rumah secara rutin. Menghindari penggunaan kemoceng, karena dapat menyebarkan alergen. Membersihkan perabotan dengan kain bersih yang dibasahi air atau cairan pembersih, atau alat penyedot debu. Membuka jendela atau pintu agar sirkulasi udara lebih lancar. Menempatkan hewan peliharaan di luar rumah atau di satu ruangan khusus. Memandikan hewan peliharaan dan membersihkan kandangnya secara rutin. Membaca label kemasan makanan untuk mengetahui bahan-bahannya sebelum mengonsumsinya. Membersihkan dapur agar terhindar dari lumut. Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan, mandi dan sikat gigi secara teratur.
Penanganan Diare Perlu Segera Dilakukan Artikel Edukasi
31 Oct 2023

Penanganan Diare Perlu Segera Dilakukan

Penanganan Diare Perlu Segera Dilakukan Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar dengan kondisi tinja yang encer atau berair. Diare umumnya terjadi akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, bakteri atau parasit. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di Indonesia, terutama pada bayi dan anak-anak. Diare terbagi menjadi dua jenis, yaitu diare akut dan diare kronis. Langkah penanganan perlu segera dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi akibat diare. Gejala dan Penyebab Diare, sebagai barikut: Perut mulas Buang air besar cair (tinja encer) atau bahkan berdarah Sulit menahan buang air besar Pusing, lemas dan kulit terasa kering Pencegahan Diare, sebagai berikut: Selalu menjaga kebersihan diri dan makanan. Memcuci buah dan sayur. Tidak mengonsumsi makanan atau minum air yang dimasak sampai matang. Rajin mencuci tangan. Jaga kebersihan kuku. Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
Campak Artikel Edukasi
29 Oct 2023

Campak

Kenali Gejala Campak Dari Sekarang Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular (ditularkan melalui batuk dan bersin). Penyakit ini ditandai dengan ruam kulit di seluruh tubuh dan gejala seperti flu. Campak akibat dari infeksi virus yang ditandai dengan ruam kemerahan di seluruh tubuh ini merupakan penyakit menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak. Ketika seseorang terkena campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka belum memiliki kekebalan terhadap campak. Kekebalan terbentuk jika telah di imunisasi atau pernah terinfeksi virus campak sebelumnya Gejala Penyakit Campak : Demam Batuk kering Pilek Mata merah meradang (konjungtivitis) Peka terhadap cahaya Diare Kopliks spot (bintik-bintik kecil berwarna putih dengan warna putih kebiruan di tengahnya, ditemukan pada lapisan dalam pipi) Ruam kulit berwarna merah kecil-kecil rapat dan merata, hampir seluruh tubuh. Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena campak, yaitu: Belum mendapatkan vaksin campak atau vaksin MMR Bepergian ke wilayah yang terdapat wabah campak Kekurangan vitamin A Orang-orang yang rentan terhadap campak, yaitu: Bayi berumur lebih dari satu tahun Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi Remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua. Upaya pencegahan biasanya dilakukan dengan cara mengadakan program imunisasi pada bayi dan anak, pemeriksaan pada ibu hamil, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin yang bertujuan untuk deteksi dini penyakit. Jika memiliki tanda dan gejala campak, segera bawa ke Rumah Sakit untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.
Sehat Tanpa Anemia Artikel Edukasi
16 Oct 2023

Sehat Tanpa Anemia

Sehat Tanpa Anemia Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah Hemoglobin (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh (Kemenkes RI, 2013). Anemia selama kehamilan merupakan suatu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada ibu hamil yang dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan nantinya. Gejala Anemia, sebagai berikut: Kelelahan Kelemahan Telinga berdengung Sulit berkonsentrasi Pernafasan pendek Kulit pucat Nyeri dada Tangan dan kaki terasa dingin Penyebab Anemia, sebagai berikut: Adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh Memiliki riwayat masalah kesehatan kronis Faktor genetik, apabila orang tua memiliki riwayat anemia dan penyakit kelainan darah terkait lainnya Memiliki masalah kesehatan dengan sumsum tulang belakang Sedang dalam masa kehamilan Kekurangan asupan vitamin dan mineral Bahaya Anemia dalam kehamilan, sebagai berikut: Pendarahan saat persalinan Depresi setelah melahirkan Bayi lahir dengan berat badan rendah Bayi lahir prematur Bayi lahir dengan anemia Pencegahan Anemia, sebagai berikut: Makan makanan tinggi zat besi seperti ayam, kacang-kacangan, jus tomat, brokoli, dan bayam. Mengonsumsi makanan tinggi asam folat seperti dari biji bunga matahari, jus jeruk, sayuran dan alpukat. Menambah asupan suplemen zat besi atau folat. Makan makanan tinggi vitamin C dari jeruk, tomat dan strawberry. Meningkatkan konsumsi vitamin B12, melalui sumber makanan seperti udang, yoghurt, telur, keju dan susu. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kesehatan Gigi Dan Mulut Artikel Edukasi
16 Oct 2023

Kesehatan Gigi Dan Mulut

Kesehatan Gigi Dan Mulut Kesehatan gigi dan mulut adalah keadaan sehat dari jaringan keras dan jaringan lunak gigi serta unsur-unsur yang berhubungan dalam rongga mulut, yang memungkinkan individu makan, berbicara dan berinteraksi sosial tanpa disfungsi, gangguan estetika dan ketidak nyamanan karena adanya penyakit (Kemenkes RI, 2016). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit (45,3%). Sedangkan masalah kesehatan mulut yang mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan atau keluar bisul (abses) sebesar 14%. Sakit gigi adalah kondisi ketika bagian dalam atau sekitar gigi dan rahang terasa sakit atau nyeri. Tingkat keparahan nyeri tersebut bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Sakit gigi juga dapat hilang timbul atau berlangsung secara terus-menerus. Umumnya, nyeri saat sakit gigi bisa terasa ketika pengidap mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin. Penyebab sakit gigi, sebagai berikut: Gigi berlubang atau tambalan gigi yang rusak Gigi atau gusi yang meradang atau infeksi Gigi retak atau patah Gigi membusuk Gigi tanggal atau copot Gigi sensitive Proses tumbuh gigi Gigi bungsu yang tumbuh tidak normal (impaksi gigi) Nanah di gigi Gusi bengkak Permasalahan pada kawat gigi Kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism) Faktor Risiko sakit gigi, sebagai berikut: Sering mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula. Tidak menjaga kebersihan gigi dengan baik dan jarang melakukan flossing. Kondisi mulut kering. Memiliki kebiasaan merokok. Mengidap gangguan makan, seperti anorexia atau bulimia. Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Gejala sakit gigi, sebagai berikut: Bengkak di gusi sekitar gigi yang sakit Bengkak pada rahang dan wajah Bau mulut yang tidak sedap (halitosis) Perdarahan dari gigi atau gusi Sulit dan sakit saat membuka mulut Upaya yang untuk menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut, sebagai berikut : Menyikat gigi minimal 2 kali sehari bangun pagi dan sebelum tidur. Menghindari faktor risiko penyebab dengan mengurangi makakan manis, berhenti merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. Minimal setiap 6 bulan sekali memeriksakan gigi dan mulut ke Dokter gigi.
Gizi Seimbang Untuk Keluarga Tercinta Artikel Edukasi
15 Oct 2023

Gizi Seimbang Untuk Keluarga Tercinta

Gizi Seimbang Untuk Keluarga Tercinta Gizi seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan asupan gizi ini juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal guna mencegah masalah gizi. Gizi seimbang bisa dimulai dengan pola makan yang baik. Perlu memperoleh semua zat gizi dari berbagai macam makanan yang berbeda. Dengan begitu, tubuh mendapatkan gizi yang cukup dan dapat menjalankan fungsinya tanpa masalah. Berbagai ciri-ciri kurang gizi yang harus diwaspadai, yaitu: Kulit kering dan bersisik Kulit pucat Kesemutan Bibir kering dan pecah-pecah Jerawatan Luka yang tidak kunjung sembuh Kuku rapuh Rambut menipis Beruban lebih cepat Sering kram otot Gusi berdarah Pola makan yang bergizi dan memenuhi kebutuhan gizi harian, yaitu: Makanan pokok seperti, jagung, nasi, singkong, dan umbi-umbian. Buah dan sayuran, vitamin dan mineral dalam buah dan sayur berperan penting dalam proses metabolisme atau bekerjanya fungsi tubuh. Protein yang bersumber dari protein hewani serta sumber protein nabati. Garam, gula, dan lemak yang harus mempertimbangkan kadar gula, garam, dan lemak pada jenis makanan. Air putih, setiap orang direkomendasikan untuk minum air putih sekitar 8 gelas per hari. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah dehidrasi.
Tumbuh Kembang Anak Artikel Edukasi
15 Oct 2023

Tumbuh Kembang Anak

Tumbuh Kembang Anak Menurut Depkes RI, pertumbuhan adalah bertambah banyak dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur; sedangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi dari alat tubuh. Seorang anak membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang mencukupi untuk membantu dalam memaksimalkan tumbuh kembangnya. Karena dengan tumbuh kembang yang baik, tentunya akan memengaruhi kehidupan anak di masa yang akan datang. Ciri-ciri tumbuh kembang anak, sebagai berikut: Perkembangan melibatkan suatu perubahan Perkembangan merupakan hasil dari proses belajar Perkembangan melibatkan proses pertumbuhan anak Menurut Kemenkes (2012) Aspek-aspek perkembangan yang biasanya dipantau, yaitu: Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otototot besar seperti duduk, berdiri dan sebagainya. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati seseuatu, menjimpit, menulis dan sebagainya. Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan sendiri, membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa gangguan tumbuh kembang yang sering ditemukan, sebagai berikut: Gangguan bicara dan Bahasa Cerebral palsy/lumpuh Sindrom down Stunting Gangguan autism Retardasi mental Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) Deteksi dini tumbuh kembang anak, sebagai berikut: Deteksi dini penyimpangan Pertumbuhan Deteksi dini penyimpangan Perkembangan Deteksi dini penyimpangan mental emosional Upaya kawal tumbuh kembang anak, sebagai berikut: Kawal tumbuh kembang anak sejak bayi Jaga nutrisi Seimbangkan aktivitas Beri stimulasi yang tepat pada anak
Kenali lebih dalam Wasting Pada Anak Artikel Edukasi
02 Oct 2023

Kenali lebih dalam Wasting Pada Anak

Kenali lebih dalam Wasting Pada Anak Wasting merupakan masalah gizi yang sifatnya akut, sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi dalam waktu yang tidak lama seperti kekurangan asupan makanan. Menurut Kemenkes wasting ditandai dengan kurangnya berat badan menurut panjang/tinggi badan anak (BB/TB). Tubuh anak menjadi tidak proporsional karena berat badannya kurus tidak sepadan dengan tinggi badannya. Faktor penyebab langsung, sebagai berikut: Asupan makanan yang tidak memenuhi jumlah dan komposisi zat gizi yang memenuhi syarat makanan beragam, bergizi seimbang, dan aman Menderita penyakit infeksi Demam membuat tidak nafsu makan Diare Penyakit Primer Kompleks Tuberkolosis Faktor penyebab tidak langsung, sebagai berikut: Ketersediaan kelengkapan bahan pangan Tidak memenuhi makan setiap 3 kali sehari Asuhan ibu dan anak Kebersihan lingkungan yang buruk Kurangnya Pemanfaatan fasilitas Kesehatan Dampak Wasting, sebagai berikut: Anak wasting meningkatkan risiko tumbuh stunting Gangguan perkembangan kognitif Menurunnya kemampuan belajar Berkurangnya massa tubuh (otot, organ tubuh, dan tulang) Pencegahan Wasting dengan aktif membawa balita ke posyandu atau tempat-tempat kesehatan yang ada untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak setiap bulannya dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan kemudian dipantau melalui KMS (Kartu Menuju Sehat). Mendapatkan imunisasi lengkap untuk mencegah penyakit infeksi. Mengkonsumsi makanan yang mengandung energi guna mendukung kenaikan berat badan seperti nasi, jagung, kentang, gandum, umbi-umbian dan makanan yang bergizi lainnya. Mengkonsumsi nutrisi lainnya seperti protein, vitamin, serta mineral, guna mempercepat pembentukan jaringan baru seperti daging, ayam, ikan, susu, telur, sayuran dan buah-buahan. Meningkatkan pemantauan status gizi anak dan lakukan deteksi dini ke Posyandu dan Dokter untuk penanganan segera. Pentingnya perhatikan tumbuh kembang anak untuk mempertahankan kesejahteraan keluarga.
Butuh bantuan medis? Chat kami!