Sehat Tanpa Anemia
Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah Hemoglobin (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh (Kemenkes RI, 2013).
Anemia selama kehamilan merupakan suatu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada ibu hamil yang dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan nantinya.
Gejala Anemia, sebagai berikut:
- Kelelahan
- Kelemahan
- Telinga berdengung
- Sulit berkonsentrasi
- Pernafasan pendek
- Kulit pucat
- Nyeri dada
- Tangan dan kaki terasa dingin
Penyebab Anemia, sebagai berikut:
- Adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh
- Memiliki riwayat masalah kesehatan kronis
- Faktor genetik, apabila orang tua memiliki riwayat anemia dan penyakit kelainan darah terkait lainnya
- Memiliki masalah kesehatan dengan sumsum tulang belakang
- Sedang dalam masa kehamilan
- Kekurangan asupan vitamin dan mineral
Bahaya Anemia dalam kehamilan, sebagai berikut:
- Pendarahan saat persalinan
- Depresi setelah melahirkan
- Bayi lahir dengan berat badan rendah
- Bayi lahir prematur
- Bayi lahir dengan anemia
Pencegahan Anemia, sebagai berikut:
- Makan makanan tinggi zat besi seperti ayam, kacang-kacangan, jus tomat, brokoli, dan bayam.
- Mengonsumsi makanan tinggi asam folat seperti dari biji bunga matahari, jus jeruk, sayuran dan alpukat.
- Menambah asupan suplemen zat besi atau folat.
- Makan makanan tinggi vitamin C dari jeruk, tomat dan strawberry.
- Meningkatkan konsumsi vitamin B12, melalui sumber makanan seperti udang, yoghurt, telur, keju dan susu.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.