Lindungi Bayi dan Anak dari Dampak Kabut Asap Karhutla
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi bayi, balita, dan anak-anak. Polutan berbahaya, seperti PM2.5, dapat masuk hingga ke paru-paru sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Karena sistem pernapasan dan daya tahan tubuhnya masih berkembang, anak lebih rentan mengalami batuk, pilek, sesak napas, mengi, ISPA, mata merah, iritasi tenggorokan, hingga mudah lelah dan nafsu makan menurun.
Risiko menjadi lebih tinggi pada anak yang lahir prematur, memiliki riwayat asma, alergi, penyakit paru kronis, penyakit jantung bawaan, atau sering terpapar kabut asap maupun asap rokok.
Apabila si kecil mengalami sesak napas, napas berbunyi, batuk berat yang tidak membaik, demam tinggi, tampak lemas, sulit makan atau minum, atau bibir membiru, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.
RSIA Yasmin Palangka Raya siap memberikan pelayanan kesehatan bagi bayi dan anak melalui konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak serta pemeriksaan sesuai kebutuhan. Jangan tunda memeriksakan buah hati apabila muncul keluhan, karena penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi dan mendukung tumbuh kembang anak tetap optimal.
RSIA Yasmin Palangka Raya
Sahabat Kesehatan Ibu, Anak, dan Keluarga.