Risiko Kabut Asap Karhutla bagi Ibu Hamil dan Janin
Kabut Asap Karhutla: Waspadai Risikonya bagi Ibu Hamil dan Janin
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengandung berbagai polutan berbahaya, seperti PM2.5, PM10, karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO?), sulfur dioksida (SO?), ozon (O?), dan volatile organic compounds (VOCs). Paparan polutan, terutama dalam konsentrasi tinggi atau berkepanjangan, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil serta memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.
Pada ibu hamil, paparan kabut asap dapat menyebabkan gangguan pernapasan, memperburuk penyakit paru, meningkatkan tekanan darah selama kehamilan, serta berdampak pada kesehatan jantung. Sementara pada janin, paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko pertumbuhan janin terhambat, berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, serta gangguan perkembangan paru-paru setelah lahir.
Risiko tersebut lebih tinggi pada ibu hamil yang sering beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk, tinggal di wilayah terdampak kabut asap, memiliki penyakit penyerta, terpapar asap rokok, atau menjalani kehamilan berisiko tinggi.
Lindungi kesehatan ibu dan janin dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai saat kualitas udara buruk, menghindari paparan asap rokok, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) secara rutin. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berat, penurunan gerak janin, perdarahan, atau keluhan yang semakin memburuk.
RSIA Yasmin Palangka Raya siap memberikan pelayanan pemeriksaan kehamilan (ANC), konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta pemantauan kesehatan ibu dan janin.
Mari jaga kehamilan tetap sehat dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan segera berkonsultasi apabila mengalami keluhan.